HALSEL – Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Jumat (26/2/2020), sekitar pukul 20.02 WIT dilanda gempa bumi berkekuatan 5.2 magnitudo. Gempa tektonik berdasarkan Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa letak dari gempa bumi ini pada koordinat 0,55 LS dan 127,56 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 12 km arah Utara Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, kedalaman 10 km.
Data sementara yang dihimpun di lapangan, gedung Rumah Sakit Umum (RSU) Labuha dan gedung DPRD Halsel retak dan beberapa fasilitas pecah karena jatuh. Selain itu, dikabarkan juga beberapa rumah warga ambruk.
Kepala Badan Meterologi Klimatoligi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Andri Wijaya mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan sesar turun ( normal fault ),” jelasnya.
Sementara dampak gempa bumi, dirasakan di daerah Labuha IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujarnya.(red)



















