Gunung Api Ibu di Kabupaten Halmahera Barat Terus Erupsi

HALMAHERA BARAT – Setiap waktu gunung ibu ini menyemburkan material vulkaniknya dari kawah gunung dengan ketingian mulai dari 3000 meter hingga mencapai 5000 meter dari kawa gunung.

Sofayan Primulayana, Penyelidik Bumi Madya Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi, ditemui pada, Senin (20/5/2024) di Pos Pemantau Gunung Api Ibu menjelaskan, gunung ibu kembali erupsi dengan ketinggian kolom abu dari puncak ginung mencapai 5000 meter.

“Pada hari ini 20 Mei pukul 11.36 WIT, kembali terjadi eripsin di gunung ibu dengan ketinggian kolom erupsi mencapai 5000 meter bergerak ke arah barat, durasinya sekitar 2.37 detik”, kata Sofyan.

Sofyan menjelaskan, secara viswal memang sedik berawan namun kita masih bisa melihat dan memperkirakan ketinggian abu sekitar 5000 meter ditas puncak gunung ibu.

Bahkan dia mengatakan, gunung ibu ini menujukan aktivitas memang berlangsung sudah cukup lama, utamanya untuk erupsi dengan kolong abu yang tinggi sudah terjadi sejak pertengahan bulan Aprin tahun 2024 sampai saat ini.

Untuk itu PVMBG telah menaikan status gunung ibu dari tanggal 8 Mei 2014 dari waspada level II ke

level III siaga, dan pada tanggal 16 Mei dari siaga ke Level IV awas.

“Terakhir kami menaikan status itu dari level III siaga ke level IV siaga itu tanggal 16 Mei 2024, kita menaikan status karena memang ditandai dengan kegempaan cukup tinggi meningkat terutama gempa-gempa vulkaniknya dan juga intensitas erupsinya, dengan kolom erupsi rata-rata diatas 4000 meter diatas puncak”, ucapnya.

Sementara untuk lava pijar yang mucul dari kawa gunung ibu tentu sudah biasa terjadi jika adanya erupsi pada setiap gunung api.

“Sebetulnya itu lontaran material pijar itu hal yang biasa terjadi di gunung api ketika terjadi erupsi eksplosif tentunya selalu diikuti dengan lontaran material pijar, kalau erupsinya itu sudah bersifat magmatik dan itu karena dilihat dari malam hari memang keluhatan pijar tapi kalau siang hari tidak terluhat”, jelasnya.

Akibat aktivitas terus menerus terjadi, warga yang bermukim di dalam radius 5 kilo meter diminta menghindar guna mencegah bahaya dampak erupai.

“Masyarakat kita minta tidak memasuki pada jarak 4 kilometer dan perluasan sektoral pada jarak 7 kilometer”, jelasnya.(red/SMG)