TERNATE – Pemerintah Provinsi Maluku Utara bekerja sama dengan perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Maluku Utara, menyelenggarakan Workshop penilaian mandiri dan penjaminan kualitas. Sistem Pengendalian Interen Pemerintahan Yang Diselenggerakan di Lingkungan Pemerintahan Pusat/Daerah (SPIP) terintergrasi dan penyusunan resiko, berlangsung di hotel Grand Majang Kota Ternate, Kamis (06/9/2024).
Kegiatan Workshop penilaian mandiri dan penjaminan kualitas SPIP ini berlangsung selama dua hari dimulai dari tanggal 05 – 06/09/2024. Dimana kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Inspektorat Provinsi Maluku Utara, Nirwan M. T. Ali SH. MM. sekaligus di hadiri oleh perwakilan BPKP Maluku Utara serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Maluku Utara.
Nirwan M. T. Ali, SH. MM dalam sambutannya menyampaikan, suatu kewajiban setiap lembaga pemerintah untuk melaksanakan SPIP, dan kehadiran BPKP menjadi penggerak untuk memberikan arahan, bimbingan dan pedoman yang sangat kita harapkan.
Nurwan mengkapkan, sebagaimana peraturan BPKP nomor 5 tahun 2021 tentang penilaian maturitas penyelenggaraan SPIP terintergrasi pada Kementrian, Lembaga, Provinsi, dan Daerah.

Dirinya menambahkan, dalam kesempatan ini agar selalu melakukan komunikasi yang baik, antar lembaga pemerintahan yakni BPKP maupun Inspektororat, Pemerintah Daerah, dan berkoordiasi secara horizontal dengan rekan kerja maupun dengan lembaga terkait agar semua berjalan dengan baik.
“apabila hal-hal tersebut diterapkan dengan baik maka penyelenggaraan pemerintahan daerah akan berjalan dengan normal dan tidak ada temuan terhadap kegiatan yang dilaksanakan terkait dengan pengelolaan keuangan,” kata Nirwan.
Kepala Inspektorat Maluku Utara itu juga mengharapkan, melalui Workshop ini adanya komitmen seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penyelenggaraan SPIP terintergrasi secara maksimal dan tuntas.
“apabila SPIP terintergrasi dan telah diimplementasikan dengan baik, maka akan membawa pengaruh yang positif terhadap capaian kinerja pemerintah daerah yang diukur dengan indikator dan penilaian lain,” jelasnya. (BR/SMG)



















