Erupsi Gunung Ibu Terus Menghantui, Warga Tabaru Butuh Bantuan Pemerintah

JAILOLO – Warga empat desa di Kecamatan Ibu Utara(Tabaru), Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, takut berkebun lantaran Erupsi Gunung Api Ibu yang masih terus berlanjut.

Warga empat desa tersebut, yakni Desa Togoreba Tua, Desa Borona, Desa Sanagaji Nyeku dan Desa Goin.

Milka selaku Masyarakat Sangaji Syeku mengaku sudah hampir seminggu tidak bisa berkebun.

“Kami sudah seminggu tidak berkebun, karena takut dengan Erupsi Gunung Ibu,”katanya.

Ia mengaku, kebun miliknya memasuki radius terlarang yang menjadi imbauan Pos Pemantau Gunung Ibu sehingga dirinya dilarang untuk melintasi samapai pada zona terlarang itu.

“Larangan yang dikeluarkan itu, masyarakat tidak bisa beraktivitas
di dalam radius 3 km dan perluasan sektoral berjarak 5 km ke arah bukaan sehingga kami terpaksa harus mengikuti arahan itu,”tegasnya.

Dirinya menyampaikan, Pemerintah setempat sudah harus mengambil langkah terkait persoalan ini. Karena didesa Sangaji Nyeku sendiri sebagian masyarakat berprofesi sebagai petani.

“Kita sudah tidak bisa pergi ke kebun, sehingga diharapkan kepada Pemda setempat agar bisa melihat kondisi masyarakat saat ini dan kalau bisa kami butuh bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan kami sehari hari,”tandasnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh salah satu warga desa Togoreba Tua Yanus, mengaku bahwa warga setempat juga tidak bisa berkebun lantaran takut dengan letusan Gunung Api Ibu yang selalu menghantui.

Sementara kepala BPBD Halbar, Gunawan MT.Ali mengungkapkan, bahwa Pemerintah Halmahera Barat, melalui BPBD Halbar saat ini gencar mengumpulkan data masyarakat terdampak bencana alam Gunung Api ibu.

“Saat ini kami fokus kumpulkan data seberapa banyak masyarakat terdampak bencana alam ini, dan insya Allah akan kami tindaklanjut,”tandasnya.(red)