TERNATE, JURNALONE.id – Unjuk rasa ribuan mahasiwa dari berbagai universitas di kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, berlansung bentrok. Terjadi aksi lempar batu oleh mahasiswa kepada pihak kepolisian tak terhindarkan.
Dari amatan Jurnalone.id, Senin (11/04/22) Polisi yang mendapat hujan batu dari para pendemo saat mengawal aksi langsung bertindak dengan melepaskan tembakan gas air mata kearah para mahasiswa sehingga aksi kejar-kejaran pun terjadi di sepanjang jalan Jabir Syah, Kecamatan Ternate Tengah, kota Ternate.
Bentrokan itu bermula saat Sekretaris kota Ternate, Yusuf Sunya menemui massa aksi dan memberikan arahan terhadap tuntutan mereka, yakni terkait kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan wacana penundaan pemilu 2024.
Namun penyampian Sekretaris kota Ternate itu tidak diterima sejumlah mahasiswa sehingga hujan batu pun terjadi.
Selain itu massa aksi juga melakukan aksi pengrusakan pagar kantor walikota saat mereka menyampikan orasi di depan kantor walikota itu.
Sebanyak 6 orang massa aksi yang diduga sebagai pemicu bentrokan ditangkap pihak Kepolisian.
Kapolres Ternate, AKBP Andik Purnomo Sigit menyampikan, pihak Kepolisian berhasil meredam aksi massa. Kata Kapolres, dimana massa aksi berencana melumpuhkan aktifitas kota Ternate dengan target sejumlah objek vital.
“ berdasarkan informasi kami, sasaran mereka adalah seluruh objek vital dengan target agar melumpuhkan aktifitas kota Ternate. Namun dengan pendekatan kami sehingga bisa berkomunikasi dengan adik-adik mahasiswa dan semuanya bisa terpusat di depan kantor walikota ini,” ungkap kapolres.
Sementara itu, mewakili walikota Ternate, Sekretaris kota Ternate Yusuf Sunya mengatakan, Pemkot bersama Kepolisian, dan pihak Pertamnina hadir ditengah-tengah massa aksi untuk mendegar semua tuntutan yang disampikan. Selain itu kehadiran dirinya sebagai respon pemerintah atas aksi tersebut.
“ tuntutan mereka adalah menyuarakan kepentingan masyarakat, tentunya penyampain unjuk rasa dimuka umum ini harus dilakukan secara dami. Tuntutan mereka sampikan ini secara nasional, semua kebijakan dari pusat jadi kewenanganya bukan ada di kita. Sebagai repon pemerintah kami bersama-sama hadir dihadapan massa aksi,” jelas Sekot.
Sekot juga berharap agar semua massa aksi dapat menyampikan aspirasi dengan cara yang baik tidak harus menumbulkan aksi profokasi sehingga menimbulkan kericuhan, bahkan hingga harus berujung dengan aksi bentrok.
” pemerintah kota Ternate, Pihak Kepolisian, TNI, dan Pihak Pertamani hadir dihadapan ade-ade mahasiswa untuk mendengar langsung tuntutan ade-ade semua. Kita mendengarkan aspirasi mereka, nantinya kita akan kaji selanjutnya kita bisa sampikan ke pemerintah pusat,” jelanya (red)



















