Cuaca Buruk Landa Malut Sejumlah Pelayaran Dihentikan

Ternate, Jurnalone.id – Hampir sepekan cuaca buruk masih terus melanda wilayah provinsi Maluku Utara. Hujan deras, angin kencang, serta gelombang tinggi masih terus terjadi, mengakibatkan sejumlah pelayaran harus dihentikan oleh pihak otoritas pelabuhan KSOP kelas II Ternate Provinsi Maluku Utara.

Dari amatan Jurnalone.id, Kamis (2/12/2021) terpantau di pelabuhan Ahmad Yani Ternate, sejumlah kapal yang melayani rute Ternate – Bitung, Ternate – Manado, Provinsi Sulawesi Utara, dan sejumlah rute antara pulau di wilayah Maluku Utara, terpaksa harus tetap bertahan didermaga berhari-hari, karena tidak mendapatkan ijin berlayar dari petugas.

Menanti cuaca ekstrim berakhir dan mendatkan ijin berlaran dari petugas pelabuhan, para ABK mengisi waktu mereka dengan melakukan pengacatan kapal dan melakukan perbaikan pada bagian-bagain sisi kapal.

“ Sudah hari Selasa (30/11/2021), kami tidak bisa berlayar karena cuaca buruk. Demi mengantisipasi hal-hal yang buruk sehingga otoritas pelabuhan menahan kapal, nanti besok mungkin kami sudah bisa berlayar. Untuk mengisi waktu melakukan perbaikan-perbaiak berupa pengecatan dan hal-hal lain yang perlu dilakukan,” ungkap Sofyan, salah satu kapten kapal.

Kepala Kesahbandara dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate, Maluku Utara, Agustinus menjelaskan, penghentian dan penundaan pelayaran sementara pada beberapa pelayaran baik antar provinsi maupun antara pulau di Maluku Utara, berdasarkan himbawan BMKG. Dimana rute pelayan tersebut memiliki gelombang yang cukup tinggi mencapai 4 meter, sehingga tidak diperbolehkan kapal melakukan pelayar.

“ Kondisi wilayah secara umum di Maluku Utara saat ini berdasarkan perkiraan cuaca yang kami terima dari BMKG dibeberapa wilayah seperti di perairan Halmahera Utara, Loloda gelombang sangat tinggi mencapai 2,5 sampai 4 meter, dan kecepatan angin 4-25 knot. Sedangkan di perairan Ternate – Batang Dua tinggi gelombang mencapai 1,25 sampi 2,5 meter, dengan kecepatan angin 4-20 knot,” kata Agustinus, Kepala KSOP Kelas II Ternate, Maluku Utara.

Selain itu Ia juga menyampikan, terdapat sejumlah daerah lain, seperti perairan Bacan, Teluk Kao, Pulau Obi hingga Kepulauan Sula memiliki gelombang sedang. dengan itu sejumlah pelayaran harus kami menunda keberangkatan mereka berdasarkan himbawan dari BMKG, seperti Ternate-Bitung, Ternate, Manado, Sulawesi Utara, Ternate-Morotai, Ternate- Batang Dua, Ternate-Obi, dan Ternate Sula.

“ Yang jelas dengan ketinggian gelobang yang dikategorikan sangat tinggi, tinggi, dan sedang, itu kami menunda keberangkatan sampai dengan kondisi cuaca bisa normal kembali berdasarkan informasi dari BMKG. Untuk mengatisipasi hal itu, kami telah memberikan pemberitahuan kepada semua perusahan pelayaran, nahkoda kapal terkait himbawan cuaca agar semua sabar jangan memaksakan diri untuk mau berangkat, kami akan memberikan ijin berlayar jika cuaca sudah memungkinkan,” ucapnya.

Sementara itu petugas Badan Meteorologi Klimatologo dan Geofisika (BMKG) Satasiun Babullah Ternate, Satria Kridha Nugraha menyatakan, cuaca ekstrim yang melanda wilayah Maluku Utara ini masih akan terjadi hingga beberapa hari kedepan.

Hal itu disebabkan karena terjadi fenomena global lanina yang terjadi sejak bulan lalu dan masih berlangsung hingga saat ini, berdampak pada peningkatan curah hujan, selain itu terjadi siklon tropis yang menyebabkan tinggi gelombang.

“ Untuk saat ini wilayah Maluku Utara terdeteksi siklon tropis diperairan utara tepatnya diwilayah timur Finipina, kecepatanya 50 knot, dimana siklon tropis ini berdampak pada curah hujan kemudian tinggi gelombang di wilayah Maluku Utara,” ungkapnya.(red)