Sofifi, Jurnalone.id – Akses jalan keluar masuk menuju kawasan transmigrasi Lalubi di Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, rusak parah. Sebagian aspal jalan yang membentang sepanjang lebih kurang delapan kilometer, dari pantai menuju lokasi trans Lalubi, telah ditutupi tanah berlumpur.
Hal itu juga diperpara saat turun hujan, tanah yang menutupi aspal jalan di kaki bukit Mamae ini dipenuhi genangan air. Sehingga mengakibatkan seluruh ruas jalan dipenuhi becek sedalam lutut orang dewasa, bahkan lebih dalam dari itu.
Kondisi itu membuat kendaraan yang masuk keluar melewati jalan tersebut harus ekstra hari-hati. Sementara kendaraan roda dua atau sepeda motor, sama sekali tak berani melewati jalur tersebut. Padahal, jalur ini sangat diandalkan warga trans untuk keluar masuk ke kawasan itu.
Sementara itu, tenaga kerja yang maraton mengerjakan pembangunan jaringan irigasi program Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pemukiman dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara, di kawasan Satuan Pemukiman tiga (SP-3) trans Lalubi, mengaku sangat kesulitan membawa masuk bahan bangunan irigasi. Seperti pipa air berdiameter 40 inci, yang diangkut menggunakan dumtruk.
Mereka terpkasa harus membongkar dan menerunkan sebagian pipa ke permukaan tanah, kemudian diseberangkan ke ruas jalan di depannya dengan cara dipikul melewati jembatan kayu darurat seadanya agar material pembagunan bisa sampai ke lokasi kerja mereka.
Kepala Bidang SDA PUPR Malut, Saiful Amin, saat meninjau progres pembangunan irigasi di SP-3 trans Lalubi, ketika ditanya wartawan yang ikut serta ke lokasi pekerjaan, Kamis (05/08/2021) terkait target rampung pembangunan yang terkendala akses jalan masuk berlumpur ini mengatakan, pihaknya tetap optimispekerjaan bakal rampung.
Menurut Saiful, justeru jalur tersebut masih terbilang mudah dilewati, hanya lebih kurang satu jam perjalanan. Dibanding tahun-tahun sebelumnya, bisa mencapai 3 jam, bahkan lebih sehingga keyakinan untuk menyelesaikan pekerjaan bakal selesai pada waktunya.
Kondisi yang demikian itu, sekiranya diperlukan perhatian serius Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan. Karena jalan tersebut merupakan jalan kabupaten, sehingga sudah selayaknya menjadi perhatian Pemerintah Daerah Halmahera Selatan.(red/02)













