Siswa SMA Negeri 2 Ternate Tembus Final Nasional IROC 2026, Bidik Emas dan Tiket ke Hanoi

TERNATE — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMA Negeri 2 Ternate Maluku Utara. Tim sekolah tersebut berhasil menembus babak final tingkat nasional dalam kompetisi International Robot Olympiad Challenge (IROC) 2026 melalui kategori Master, yang mengusung pengembangan robotik berbasis metaverse dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Saat di temui awak media diruang Kerjanya SMA Negeri 2 Kota Ternate, Selasa (13/10/2026).

Pembimbing Komunitas Robotik SMA Negeri 2 Ternate Maluku Utara Iriyani, S.Pd, M.Pd, mengatakan, keberhasilan tersebut diraih setelah melewati sejumlah tahapan seleksi yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kompetisi tersebut, tim SMA Negeri 2 Maluku Utara mengirimkan tiga peserta didik, yakni Kirana Larasati, A.Mas’ud, Queen, Zulfa Marhani Bin Tahir dan Najmi Mumainnah dari tiga orang siswa berhasil ketingkat Nasional.

Menurutnya, proses menuju final diawali dengan babak penyisihan secara daring. Dari total 5.160 peserta yang mengikuti tahap awal, tim SMA Negeri 2 Maluku Utara berhasil melaju ke semifinal yang diikuti 62 tim, hingga akhirnya memastikan tempat di babak final bersama 12 tim lainnya.

“Dari 5.160 peserta di babak penyisihan, kami masuk semifinal secara daring dengan 62 tim. Sekarang kami sudah masuk tahap final yang akan diikuti 13 tim,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat 13 tim yang akan bertanding pada kategori Master di babak final. Menariknya, SMA Negeri 2 Maluku Utara menjadi satu-satunya sekolah berstatus SMA yang berhasil melaju ke tahap tersebut, sementara peserta lainnya berasal dari sekolah menengah kejuruan (SMK).

Babak final dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober 2026. Untuk mematangkan persiapan, pihak sekolah berencana memberangkatkan tim ke Jakarta guna mengikuti pelatihan intensif selama kurang lebih 12 hari.

Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknis, kreativitas, serta kesiapan para peserta dalam menghadapi tantangan kompetisi tingkat nasional.

“Melalui pelatihan intensif ini, kami berharap anak-anak lebih siap menghadapi babak final nanti,” katanya.

Dalam kompetisi IROC 2026, para peserta ditantang mengembangkan proyek robotik dengan tema Synapse City. Proyek tersebut mengharuskan peserta merancang solusi teknologi untuk menjawab berbagai persoalan lingkungan, seperti pencemaran udara, pencemaran tanah, serta masalah lingkungan hidup lainnya.

Kompetisi ini terbagi dalam beberapa kategori berdasarkan jenjang pendidikan. Peserta sekolah dasar mengikuti kategori Explorer, jenjang sekolah menengah pertama masuk kategori Innovator, sedangkan jenjang sekolah menengah atas berlaga di kategori Master.

SMA Negeri 2 Maluku Utara mengikuti kategori Master, yang mempertemukan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Banten, Nusa
Tenggara Barat, serta Maluku Utara.

Keikutsertaan tim dari berbagai daerah tersebut menjadikan kompetisi ini sebagai ajang penting untuk menguji kemampuan peserta dalam bidang robotik, teknologi digital, dan kecerdasan buatan.

Bidik Medali Emas untuk Maluku Utara
Pembina tim mengungkapkan, target utama mereka dalam kompetisi tersebut adalah meraih hasil terbaik sekaligus membawa nama baik Maluku Utara di tingkat nasional.

Ia berharap ketiga peserta didiknya dapat tampil maksimal, menyelesaikan seluruh tantangan yang diberikan, dan mempersembahkan medali emas bagi daerah.

“Harapannya pasti ingin menang. Insyaallah tahun ini kami bisa kembali membawa nama baik Maluku Utara ke tingkat nasional, bahkan membawa pulang medali emas,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar meraih prestasi nasional, keberhasilan menjuarai kompetisi ini juga membuka peluang bagi tim untuk melangkah ke tingkat internasional.

Apabila berhasil memenuhi persyaratan dan meraih hasil yang ditargetkan, tim diharapkan dapat mewakili Indonesia dalam kompetisi IROC 2026 di Hanoi, Vietnam.

Bagi SMA Negeri 2 Maluku Utara, pencapaian hingga babak final menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa peserta didik dari Maluku Utara mampu bersaing dalam penguasaan teknologi, inovasi robotik, dan kecerdasan buatan.

Kini, persiapan intensif menjadi langkah penting bagi tim untuk menghadapi final pada 31 Oktober mendatang, sekaligus memperjuangkan peluang meraih medali emas dan mengharumkan nama Maluku Utara di panggung nasional. (Barak)