Program Insentif IMS-ADIL Sasar Ribuan Jiwa di Pedesaan, Warga Merasakan Kehadiran Pemeritah

HALMAHERA TENGAH – Masyarakat Kabupaten Halmahera Tengah bangga dengan Bupati Ikram Malan Sangadji dan Wakil Bupati Ahlan Djumadil (IMS-ADIL) atas kepedulian kepada masyarakat.

Bagaimana tidak, dari kesehatan, pendidikan hingga pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat dari risiko sosial dan ekonomi jadi perhatian serius pemerintah setempat dibawah pimpinan bupati IMS-ADIL.

IMS-ADIL mulai fokus menjalankan program prioritas pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat sejak dilantik pada 20 Februari 2025 lalu.

Program kerja yang dilaksanakan dalam 100 hari pertama setelah menjabat, IMS-ADIL telah melakukan koordinasi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten dan bahkan turun menjumpai masyarakat untuk menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Bahkan dipenghujung Ramadan 1446 Hijriah ini pemerintahan IMS-ADIL tengah merealisasi pemberian insentif bagi kelompok masyarakat rentan seperti ibu hamil, janda, lansia, yatim piatu hingga disabilitas di 10 Kecamatan.

Total masyarakat penerima insentif sebanyak 6.46 jiwa terdiri dari 808 anak yatim piatu, 1.729 jiwa orang tua tunggal, dan 464 jiwa disabilitas.

Mereka mendapatkan insentif mulai darin Rp 400-500 ribu rupiah per-orang, nilai itu belum ditambah program bulanan dari pemerintah terhadap kelompok rentan tertentu sehingga totalnya mencapai 4 juta.

Jumari, salah satu penerima yang juga disabilitas, warga Desa Lembah Sari, Kecamatan Weda Selatan, mengaku senag atas kebijakan Bupati Ikram Malan Sangadji dan Wakil Bupati Ahlan Djumadil (IMS-ADIL) yang mampu memberikan perhatian sosial secara langsung kepada masyarakat.

“Terimakasih Bupati dan Wakil Bupati, senang ini bisa membantu kami. Kalau bantuan BLT saya juga dapat tapi kalau insentif ini pertama saya dapat dan syukur melihat kami sayarakat di desa, bupati mau hadir di desa-desa” ucapnya.

Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadjil disela-sela acara penyerahan insentif di Desa Lembah Asri, Kecamatan Weda Selatan Rabu 26 Maret 2025 mengaku, anggaran insentif yang diberikan kepada warga bersumber dari APBD hasil penghematan anggaran perjalanan dinas maupun sejumlah kegiatan OPD yang dipangkas sejak diberlakukannya efesiensi anggaran sesuai Instruksi Presiden Prabowo Nomor 1 tahun 2025.

” Penghematan itu nilainya mencapai 33 miliyar lebih sehingga kita alihkan ke insentif untuk membantu kebutuhan masyarakat jelang hari raya,” ucap Ikram.

Ia berharap pihak Kecamatan hingga Desa nantinya kembali mendata kelompok rentan ini secara terperinci agar kedepan bantuan prioritas pemerintah tidak salah sasaran.

Warga penerima bantuan mengaku program-program yang dijalankan IMS-ADIL sangat memberikan manfaat bagi mereka.

(red/SMG)