Pemkot Ternate Tetapkan Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang

Beginilah pantau udara pemukiman warga di Keluarah Ruah, Kecamatan Ternate Pulau, Kota Ternate, Maluku Utara,  yang diterjang bencana banjir bandang pada, Minggu (25/8/2024) dinihari.

Hingga Minggu sore petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkot Ternate,TNI dari Kodim 1501, Polri dari Polres Ternate, dan Basarnas Ternate, serta sejumlah unsur terkait terus melakukan upaya pencarian terhadap korban yang masih tertimbun lumpur.

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly yang menijau langsung proses pencarian di lokasi bencana banjir menyampaikan bahwa, pemerintah telah mengambil langkah dalam penangan bencana banjir bandang tersebut dengan menetapkan tanggap darurat bencana.

“status tanggap darurat dilakukan dengan membentuk satgas bencana alam atau posko tanggap darurat. Tadi saya sendiri yang memimpin kemudian hadir dari Kapolres, Dandim, Kepala Basarnas, dan Kepala Dinas Sosial Provinsi,” kata Rizal.

Dia mengatakan, setelah ditetapkan tanggap darurat selama 14 hari kedepan. Langkah pertama dilakukanya proses evakuasi karena ada beberapa warga yang keluarga meraka sampai saat ini belum ditemukan.

Selain itu Pemkot juga telah menyiapkan dua posko penagan bencana bagi warga yang terdampak.

“posko di lokasi SMK Pelayaran itu sesuai kesepakatan dengan tim tanggap darurat, dan yang satu di SD yaitu untuk posko evakuasi,” kata Rizal Masaoly, Sekot Ternate.

Namun Rizal mengaku, untuk warga korban bencana banjir saat ini masih betahan di rumah keluarga mereka yang tak jauh dari lokasi banjir. Untuk itu dirinya menghimbau agar warga bisa ikut menempati lokasi posko yang disediakan oleh pemeritah koat Ternate.

“untuk sementara mereka masih menempati rumah-rumah keluarga yang berada diseputaran lingkar lokasi kejadian. Kami sudah menghimbau mereka lokasi yang kami sudah sediakan disana sudah bisa masuk di lokasi SMK Pelayaran, tendanya sudah kita bagun kita lagi menunggu matrasnya,” ucap Rizal.

Dikesempatan itu dia juga mengatakan banjir yang menerjang pemukiman warga itu selain menelan korban jiwa, juga sebanyak 25 rumah rusak berat akibat tersapu banjir bandang.

“sebanyak 25 rumah warga semuanya rusak berat nanti ada klasifikasi kita untuk melihat mana yang berat mana yang ringan tetapi kalau di lapangan hampir semuanya rusak berat,” ujarnya.

Dari data sementara, bencana banjir bandang yang menyapu pemukiman warga itu sebanyak 11 orang meninggal dunia, 4 orang perempuan dan 6 laki-laki, sementara korban selamat berjumlah 8 orang dan sudah dirawat di Rumah sakit.(SNN/SMG)