Jalani Perawatan di RS Makassar, Jemaah Haji Asal Halmahera Selatan Meninggal Dunia

TERNATE – Satu orang jemaah haji asal Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Noh Ibrahim Abas (69) tahun meninggal dunia telah tiba di Kota Ternate, melalui bandara Sultan Babulah di Ternate. Kedatangan jenazah jemaah haji dijemput langsung Pemerintah Daerah Maluku Utara dan pihak keluarga.

Puluhan keluarga yang menjemput jenazah almarhum Noh Ibrahim Abas, langsung membawa pulang jenazah ke kampung halaman dengan menggunakan armada speeadboat dari Pelabuhan Semuat Ternate, menuju Desa Suma, Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan.

Narjo Usman, selaku keluarga almarhum menyampaikan, almarhum berangkat haji bersama istri namun saat pemulangan dan tiba di embarkasi Sudiang Makassar almarhum alami sakit sehingga tertahan di Makassar dan harus menjalani perawatan.

“Kami keluarga tidak menyangka cobaan yang kami dapat hari ini, beliau (almarhum) berangkat haji bersama istri namun saat pemulangan istri beliau (almarhum) sampai ke kampung halaman, namun suaminya alami sakit saat akan kembali ke daerah asal,” ucap Narjo, Kamis (11/7/2024).

Dia mengatakan, keluarga mengetahui kabar duka dari panitia haji sehingga keluarga langsung ikut menjemput jenazah almarhum pada hari ini untum dipulangkan ke kampung halaman, di Desa Suma, Pulau Makian. Dia mengaku, dimana pihak keluarga telah mendapatkan informasih almarhum meninggal dunia pada, Rabu (10/7/2014) kemarin sehingga jenazah almarhum harus dikebumikan hari ini.

“Kemarin sore kami mendapatkan informasih dari panitia bahwa orang tua kami telah dipangil oleh mahakuasa sehingga kami keluarga menjemput jenazah dari panitia untuk dipulangkan ke kampung halaman. Untuk keluarga di kampung sudah melakukan persiapan karena informasih beliau (almarhum) meninggal dari kemarin (0/7) sehingga persiapan sudah dilakukan dari kemarin begitu jenazah tiba langsung dimakamkan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku Utara Amar Manaf menjelaskan, Noh Ibrahim Abas meninggal dunia di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar, saat menjalani perawatan karena alami sakit saat pemulangan dari Arab Saudi.

“Beliau (almarhum) ini dirawat sejak tiba di Makassar (4/7/2024), beliau alami sesak napas jadi harus menjalani proses penangan kesehatan yang panjang karena alami penyakit itu beliau (almarhum) tidak layak terbang dan menjalani perawatan,” kata Amar.

Kakanwil Maluku Utara itu menyampaikan, saat pemulangan almarhum Noh Ibrahim Abas bersama istri yang tergabung pada kloter 13 dan sesuai jadwal almarhum harusnya tiba di Ternate pada (6/7/2024) pekan kemarin namun karena sakit sehingga tertahan dan sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Makassar selama satu minggu, sebelum akhirnya meninggal pada, Rabu (10/7) pukul 17.40 WITA.

“Beliau (almarhum) ini haji sama-sama istrinya, namun istrinya duluan kembali ke Ternate sehingga beliau (almarhum) didampingi oleh anaknya menjelani pengobatan di rumah sakit Makassar. Almarhum masuk di kloter 13 bersama dengan teman-teman jemaah haji Halmahera Selatan. Jadi saat jenazah tiba di Ternate, panitia haji baik melalui pemerintah daerah mapun dari Kementrian Agama menyerahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan, selanjutnya akan diserahkan ke pihak keluarga untuk dipulangkan ke kampung halaman,” ucap Amar.

Lebih lanjut disampaikan Amar, jemaah haji asal Maluku Utara tahun 2024 berjumlah 1096 orang, namun terdapat 3 orang jemaah meninggal di Arab Saudi, satu meninggal di embarkasih Makassar, dan satu meningga di Kota Ternate saat pemulangan.

Sementara hingga saat ini masih terdapat dua orang jemaah haji belum kembali ke kota asal di Maluku Utara karena masih menjalani perawatan medis yaitu atas nama Abdulah Basinu Johra asal Tidore Kepulauan menjalani perawatan di Arab Saudi dan IQram Paturo asal Kabupaten Pulau Morotai menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Makassar.

“Dari 1096 orang ada 3 orang meninggal di Arab Saudi, satu meninggal di Madinah, Mina, dan Mekah. Tiga orang yang belum bisa dikembalikan ke tanah air satu masih dirawat di Mekah, dari Tidore Kepulauan dan dua orang dirawat di Makassar, satu dari Halmahera Selatan dan satu dari Pulau Morotai, namun dari Halmahera Selatan sudah meninggal dunia dan hari ini diserahkan ke pihak keluarga,” jelasnya.(red/SMG)