Beralih Status, Pengungsi Gunung Berapi Ibu Dipulangkan

HALBAR – Warga terdampak erupsi Gunung api Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara yang mengungsi sejak Kamis 16 Mei 2024 di Kecamatan Ibu mulai dipulangkan ke rumah masing-masing oleh Pemerintah setempat bersama Aparat TNI – Polri, Sabtu (6/7/2024).

Pemulangan pengungsi erupsi Gunung Ibu ini sesuai laporan dari tim penanggulangan pengungsi erupsi Gunung Ibu karena status level sudah diturunkan dari level IV (Awas) menjadi level III (Siaga).

Wakil Bupati Halmahera Barat, Djufri Muhammad menyatakan, setelah melakukan rapat evaluasi pada Kamis 4 Juli 2024, Pemda Halbar mengambil kesimpulan bahwa keberadaan pengungsi di camp pengungsian tersebut tidak efektif, sehingga harus dikembalikan ke rumah masing-masing.

“Dalam proses pemulangan tahap pertama pada pagi hari ada 3 Desa yakni Desa Sangaji Nyeku, Goin dan Duono,” kata Djufri Muhammad.

Suami dari Yulianti Amir ini menambahkan, dengan keterbatasan armada untuk mengangkut pengungsi ke rumah masing-masing, maka pihaknya akan melakukan proses pemulangan secara bertahap hingga selesai hari ini terhadap 4 desa lainnya yakni Tokuoko, Tuguis, Soa Sangaji dan Togoreba Sungi.

“Saat ini sudah masuk dalam status transisi darurat pemulihan, maka telah membentuk posko penanggulangan yang dipusatkan di kantor Camat Tabaru, hal ini untuk memitigasi bencana jika erupsi Gunung Ibu kembali terjadi yang dianggap membahayakan, akan dilakukan evakuasi kembali ke camp pengungsian,” jelasnya.

Djufri mengatakan, meskipun warga pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing, pihaknya akan tetap melayani dari segi logistik.

“Kita doakan bersama semoga erupsi Gunung Ibu segera berakhir dan saya juga berharap kepada warga pengungsi yang telah kembali ke rumah masing-masing selalu berikhtiar, berdoa dan bisa beraktivitas kembali seperti semula dengan memperhatikan faktor keselamatan,” harapnya.(red)