HALMAHERA SELATAN – Harapan Presiden Joko Widodo mendorong hilirisasi Nickel dalam negeri menjadi tantangan buat negara-negara luar, dimana dunia saat ini tengah bergantung pada Indonesia khususnya pada kebutuhan bahan baku Nickel.
Hal itu dilihat dari banyaknya permintaan pasar dari sejumlah negara Asia, Eropa, dan Amerika menjadi penerima ekspor nickel dari Indonesia.
Bahkan negara-negara itu menerima ekspor bahan baku Nickel secara langsung dari Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.
Arland Julian Rangga selaku Assistant Loading Master, PT Halmahera Persada Lygend menyampaikan bahwa, untuk komunitas ekspor secara langsung dari Harita Nickel terdiri dari Nickel Sulfat, Kobalt Sulfat, Feronickel, dan ada MHP itu sendiri.
“Sekarang yang kita ekspor adalah Feronikel sementara ekspor sebanyak 6.300 jumbo bag, untuk 1 jumbo bag estimasi muatan sekitar 1,2 ton. Jadi sekarang yang akan kita ekspor itu sekitar 9000 metrik ton, dengan kapal kapal Splendor,” kata Arland saat memberikan keterangan kepada media di pelabuhan Jetty Obi, Selasa (30/04/2024).

Lebih lanjut, untuk ekspor Feronickel yang dilakukan oleh Harita Nickel, secara langsung dari Pulau Obi sudah mencapai 81 kali dan untuk Feronikel HJF tonase mencapai 120.000 ton.
“Sekarang Feronickel kita itu sudah shipment ke 81, untuk Feronickel HJF itu tonasenya diangka sebanyak 120.000, dan itu pertama kali kami shipmen di tahun 2021, sedangkan MHP kita sudah shipmen ke 69 kali. Sementara Cobalt Sulfat kita sudah di kapal ke-14 untuk ekspornya itu sendiri dan 1 kapal kita bisa muat sampai 4.400 metrik ton nickel sulfatnya dan baru tercatat di kuartal pertama 2024,” ungkap Arland.
Dia menegaskan untuk negara ekspor yang dilakukan secara langsung dari pelabuhan Jetty HPAL di Pulau Obi, tidak hanya didominasi oleh negara Tiongkok saja namun ada permintaan pasar dari negara lain seperti di Eropa dan Asia.
“Kalau pasarnya kami bisa kirim banyaknya ke Tiongkok, tetapi juga kita kirim ke Eropa, dan Kanada juga jadi tidak monoton kami kirim ke Tiongkok saja, dan ada juga ke negara Asia lainnya,” ujarnya.
“Semua ekspor kita melayani dari dermaga persada 4, langsung ke negara tujuan. Untuk semua surat perizinan berlayar, Bea Cukai kita urus dari sini juga, semuanya langsung dari sini,” tambahnya.(red/SMG)



















