Halut, Jurnalone.id – Pasca gempa bumi berkekuatan 5.5 SR yang guncang Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, pada Senin (10/01/22) pagi yang mengakibatkan dua orang warga mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah.
Sementara dampak kerusakan terdapat sebanyak 198 rumah warga diantaranya 4 unit rusak berat, 60 rusak sedang, dan 134 rusak ringan.
Kerusakan juga terjadi pada 9 unit fasilitas umum yakni, 1 unit kantor desa dan 8 unit rumah ibada (gereja), yang tersebar di 2 Kecamatan yakni Kecamatan Kao Barat dan Kecamatan Tobelo Barat.
Akibat peristiwan itu, Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba, dan wakil Gubernur M. Al Yasin Ali, telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara ke lokasi terdampak gempa di Kabupaten Halmahera Utara.
Setibanya di lokasi terdampak di Kecamatan Kao Barat, tim reaksi cepat yang diketua Kepala BPBD Fehhby Alting itu, langsung menyalurkan bantuan logistik, serta makan siap saji kepada warga yang terdampak.
“ Kami dari BPBD Maluku Utara bersama Kepala BMKG Ternate terjun ke lokasi terdampak di Kecamatan Kao Barat untuk melihat dan memastikan kondisi warga dan kerusakan rumah serta fasilitas umum yang rusak. Kami juga langsung menyalurkan bantuan logistik makan siap saji kepada warga terdampak,” kata Fehby Alting, Kepala BPBD Malut.
Lanjut Febhy, sesuai arahan Gubernur, setelah BPBD melakukan pendataan terhadap kerusakan rumah warga dan fasilitas umum, selanjutnya pemerintah Provinsi Maluku Utara melakukan pengajian untuk melakukan langkah pemulihan dan penangan dampak kerusakan tersebut.
“Sesuai arahan Gubernur dan Serekaris Daerah Maluku Utara, kami langsung terjun kelokasi terdampak gempa di Kao Barat Halmahera Utara, nantinya melalui pendataan tim raksi cepat ini melakukan pengajian untuk langkah selanjutnya,” ucap Febhy. (red)



















