Ternate, Jurnalone.id – Sebanyak 375 warga Kota Ternate, Maluku Utara, hingga saat ini masih bertahan di lokasi pengungsian atau tempat aman sejak, Sabtu (04/12) malam, akibat gelombang tinggi air pasang yang melanda di daerah ini, sehingga menyebabkan sebagian rumah warga dan fasilitas umum rusak.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, Muhammad Arif Gani mengatakan, bahwa sebanyak 375 warga yang bertahan di pengungsian atau tempat aman, karena sebagian besar mereka masih merasa khawatir dan takut dengan gelombang air pasang, sebab hampir seluruh warga yang berada di pesisir pantai di Kota Ternate dilanda dengan fenomena alam tersebut.
Oleh Karena itu, kita harus antisipasi agar hal – hal tidak diinginkan, maka kita meminta mereka untuk mencari tempat aman demi keselamatan, sebab saat ini cuaca buruk tersebut masih melanda di Kota Ternate hingga beberapa hari kedepan, sehingga kita semua harus tetap waspada.
“Jumlah itu, tersebar di empat Kelurahan, Yakni Kelurahan Sangaji sebanyak 100 orang, Salero 20 orang, Kota Baru 80 orang dan Kelurahan Taduma sebanyak 175 orang,”ujarnya Afgan.
Menyinggung terkait berapa jumlah data kerusakan, Afgan, tidak menyebut secara rinci. Namun, Pemkot Ternate berjanji akan memperbaiki rumah warga yang rusaka serta akan membangun kembali talud penahan ombak.
Sementara itu, Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman menyampaikan, jika memang fenomena alam ini masih terjadi, maka langkah selanjutnya akan menetapkan status Tanggap Darurat.
“Kita sudah menginstruksikan kepada BPBD dan dinas terkait untuk memberikan bantuan makanan siap saji kepada warga yang bertahan di lokasi pengungsian atau tempat aman, karena mereka juga masih rasa takut untuk kembali ke rumah mereka,”kata Wali Kota.(Cr/02)



















