Selama 15 Tahun WVI Beri Pendampingan Untuk Anak-anak di Ternate

TERNATE, Jurnaline.id – Wahana Visi Indonesia (WVI) hadir di Ternate, Maluku Utara, awalnya pada respons pascakonflik horizontal tahun 2000 dengan memberikan bantuan pemulihan berfokus pada anak. Tahun 2008, Area Program Ternate resmi dibuka dan melayani 6.121 anak-anak dan 2.058 penerima manfaat dewasa di 2 kecamatan dan 14 kelurahan.

Kini sudah 15 tahun WVI melayani anak anak di Ternate dengan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dasar, peningkatan gizi bagi anak di bawah 5 tahun, peningkatan pendapatan petani (pertanian organik) dan nelayan, sponsorship operation yang berkontribusi pada transformasi anak dan keluarga.

“Dulu apa sedikit anak-anak nakal, orangtua pukul. Setelah ada WVI yang melakukan pendampingan, tidak ada lagi. Orangtua takut untuk pukul anak-anak lagi,” kata Sari Septiningsih (40), seorang kader Posyandu.

WVI juga bekerja sama dengan Yayasan Daurmala dalam pengimplementasian program perlindungan anak dan pengembangan ekonomi. Sejak tahun 2019, Daurmala sebagai operating model telah berkontribusi dalam peningkatan kapasitas bagi kader PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat), Pendampingan Forum Anak, Pertanian Organik, dan ASKA (Asosiasi Simpan Pinjam untuk Kesejahteraan Anak), dan sebagainya.

“Waktu itu saya kan petani kimia, kita petani mesti butuh modal. Nah, saya tertarik menjadi petani organik karena petani organic, kalau buat pupuk, bahan tidak beli. Bahkan tinggal ambil sendiri, kita olah, jadikan pupuk, pestisida juga pegitu, POC juga begitu, sama dengan decomposer juga begitu, bahan sendiri. Tinggal kita olah saja, begitu sampai sekarang,” tutur Erna Sadaralam, seorang petani.

Wali Kota Ternate DR. M. Tauhid Soleman, M.Si menyampaikan terima kasih kepada WVI khususnya Area Program Ternate yang telah berkolaborasi dengan Pemkot Ternate selama ini. Apa yang dilakukan WVI menyentuh masyarakat Ternate. Saya ingat betul, banyak penghargaan yang diterima Pemkot Ternate dan didapat berkat kemitraan antara pemerintah dengan WVI. Diantaranya adalah Kota Layak Anak Level Madya, kemudian Pulau Hiri sebagai Pulau Layak Anak. Apa yang telah kita laksanakan bersama telah menjadi hal yang bermanfaat bagi masyarakat Ternate.

” Harapan kami kemitraan ini bisa berlanjut, karena masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan. Pemkot Ternate membuka pintu kemitraan untuk bersama2 bersinergi dan berkolaborasi untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Tauhid.

 

Selama Wahana Visi Indonesia mendampingi masyarakat melalui AP Ternate beberapa capaian yang diraih antara lain deklarasi Pulau Hiri menuju Pulau Ramah Anak (2018), penghargaan peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak di Kota Ternate (2017), penghargaan peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kota Ternate (2019).

Selain itu, Kota Ternate juga meraih predikat Kota Layak Anak Level Madya (2021) dengan 100% akta kelahiran bagi anak-anak, dan juga pembuatan buku nikah/dokumen nikah 100%. WVI juga terus mendukung hingga terbit Peraturan Wali Kota Ternate Nomor 2 tentang Pencegahan Perkawinan Anak.

Direktur Nasional & CEO Wahana Visi Indonesia Angelina Theodora, menyampaikan, segala bentuk perubahan yang terjadi merupakan berkat rahmat Tuhan dan merupakan hasil dari kerja sama semua pihak. Apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang berkontribusi, yaitu pemerintah daerah Kota Ternate dari level kota hingga kelurahan, para sponsor dan donor, organisasi mitra (Daulat Perempuan Maluku Utara), juga seluruh masyarakat dan anak-anak dampingan WVI di Ternate.

“Kiranya, kontribusi Bapak/Ibu sekalian terus menjadi berkat dan membawa perubahan yang berkelanjutan bagi anak dan masyarakat, sehingga setiap anak dapat hidup utuh sepenuhnya dan menjadi generasi-generasi penerus yang semakin membangun negara kita, Indonesia. Kami berharap praktik pengembangan yang sudah dilakukan selama 15 tahun terakhir dapat diteruskan dan direplikasi,” tutur Angelina.

Para Sponsor dari Malaysia yang selama ini mendukung program di Ternate ikut bersyukur. Daniel Boey, CEO World Vision Malaysia mewakili sponsor menyampaikan “Kami turut menyaksikan banyak perubahan. Anak-anak saat ini bisa menikmati kesehatan yang baik, mendapat pendidikan yang baik, matapencaharian orangtua semakin baik, anak-anak juga kini memiliki akta kelahiran. Terima kasih untuk semua kerja bersama yang kita lakukan,” kata Daniel.

Sitra (18) salah satu anak yang didampingi WVI mengatakan, “Sebelum aktif di forum anak, kami adalah anak-anak yang pemalu dan tidak berani berpendapat. Namun setelah mendapat berbagai pelatihan berbicara dengan baik dan benar, pelatihan kepemimpinan dan pelatihan berorganisasi, sehingga sekarang kami berani berbicara di depan umum. Kami menyampaikan kepada pemerintah di musrenbang bahwa anak-anak membutuhan tempat untuk forum anak belajar dan tempat pertemuan. Maka Pemrintah bekerja sama dengan WVI bekerja sama membangun gedung Pusat Informasi Sahabat Anak”.

Tentang Wahana Visi Indonesia
Wahana Visi Indonesia adalah organisasi kemanusiaan Kristen yang hadir melayani dan berkolaborasi dalam pemberdayaan anak, keluarga dan masyarakat yang paling rentan melalui pendekatan pengembangan masyarakat, advokasi dan tanggap bencana untuk membawa perubahan yang berkesinambungan tanpa membedakan agama, ras, suku, dan gender.

Sejak tahun 1998, Yayasan Wahana Visi Indonesia telah menjalankan program pengembangan masyarakat yang bserfokus pada anak. Ratusan ribu anak di Indonesia telah merasakan manfaat program pendampingan WVI.(red)