Wabup Resmi Dua Puskesmas di Halbar

JAILOLO – Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, Djufri Muhamad, Sabtu(10/4/2021), melakukan pengresmian dua Pusat Kesehatan Masyarakat(Puskesmas). Pengresmian dua Puskesmas itu dipusatkan di desa Talaga, Kecamatan Ibu Selatan, Halbar.

Kedua Puskesmas yang diresmikan oleh orang nomor dua di Kabupaten Halmahera Barat itu yakni, Puskesmas Talaga dan Puskesmas Sahu.

Wakil Bupati Halbar Djufri Muhammad menyampaikan, setelah pengeresmian Puskesmas ini, Dinkes Halbar harus lakukan pelayanan terbaik untuk masyarakat sekitar, karena ini merupakan tanggung jawab pemerintah.

“Jadi, pelayanan itu bukan hanya diberikan pertolongan medis saja, akan tetapi keramahan dan senyuman dari pada petugas juga sangat dibutuhkan,”ujarnya.

Politis Partai Nasdem ini juga menyampaikan, bahwa dirinya banyak mendengar keluhan dari para tenaga medis terutama bidan desa.

“Jika, PKM sudah bagus, bidan desa itu harus aktif, bidan desa harus diberikan tugas, bukan cuma menimbang balita atau memberikan makanan tambahan kepada para ibu hamil, tetapi tugas yang lain seperti memberikan sosialisasi ,motivasi dan bahkan pemberian spirit kepada masyarakat juga patut dilakukan oleh bidan desa itu sendiri,”cetusnya.

Ia menyampaikan, tenaga medis merupakan garuda terdepan untuk melayani masyarakat yang sedang sakit, maka dari itu, pelayanan kesehatan terhadap masyarakat harus ditingkatkan agar supaya masyarakat bisa merasakan sentuhan langsung dari pemerintah melalui pelayanan kesehatan.

Terpisah, Kadis Kesehatan(Kadinkes)Halbar, Rosfintje Kalengit, dalam sambutannya menyampaikan. Di Kabuaten Halmahera Barat terdapat 14 Puskesmas yang berada di Kecamatan Jailolo Timur sampai dengan Kecamatan Loloda.

Diantara 14 Puskesmas itu, sudah ada 11 Puskesmas yang dibangun mengunakan Dana Alokasi Khusus(DAK) Afermasi dan mempunyai tipe yang sama.

“Ditahun 2021, rencananya kita akan membangun satu Puskesmas yaitu Puskesmas di Kecamatan Sahu Timur, yang berlokasi didesa Akelamo dengan tipe yang sama,”katanya.

“Ini merupakan program dari kementerian kesehatan, tipe ini diberi oleh kemenkes untuk seluruh indonesia, jadi nanti bapak ibu ketika ada disuatu tempat lalu melihat model Puskesmas seperti ini berarti kita sudah tahu bahwa itu adalah pelayanan kesehatan,”ujarnya.

Rosfintje juga mengungkapkan, bahwa dirinya cukup berbangga, karena di Kabupaten Halbar mempunyai 11 Puskesmas yang tipenya sama dan kebutulan satu Puskesmas sementara dibangun di Kecamatan Loloda yang sampai saat ini belum selesai tetapi proses pekerjaannya sudah berada diatas 70 persen.

“Muda-mudahan dalam waktu dekat Puskesmas Loloda pekerjaannya diselesaikan dan kita akan menuju ke Kecamatan setempat untuk mengresmikan Puskesmas itu,”jelasnya.

Ia menbahkan, yang berhubungan dengan pembangunan dan pelayanan Puskesmas itu sudah diatur dalam Permenkes 75 tahun 2014, kemudian diperbahrui dengan Permenkes 43 tahun 2019 yang mengatur tentang Puskesmas sampai dengan tata organisasi di Puskesmas yang harus diterapkan.

“Kedepan Puakesmas bukan hanya melayani orang sakit tetapi konsepnya adalah pelayanan kunjungan sakit dan kunjungan sehat, karena itu bapak ibu yang walaupun belum sakit tetapi datang saja dipuskesmas, mungkin sekedar tensi darah,”ujarnya. (J0-1)