Cuaca Buruk, Harga Ikan di Kota Ternate Meroket

Ternate, Jurnalone.id – Cuaca Ekstrem yang melanda wilayah Provinsi Maluku Utara sejak sepekan mengakibatkan harga ikan di semua pasar di Kota Ternate mengalami kenaikan signifikan, kenaikan harga ini menjadi dua kali lipat dari harga biasanya.
Mislanya, harga ikan cakalang yang bisanya dijual dengan harga Rp 60 ribu rupiah kini naik menjadi Rp 100 ribu rupiah per ekornya. Kenaikan ini disebabkan karena para pedagang kesulitan mendaptkan stok ikan sehingga mempengaruhi harga yang mereka jual.
“ Sekarang kami juga perekor Rp 100 ribu, kalu biasanya kami jugan Rp 50 sampai Rp 60 ribu saja. Ini karena cuca buruk jadi nelayan tidak keluar melaut sehingga kami kesulitan mendapatkan ikan dari penampung dan nelayan,” Kata Sarnawiya Mapala, Salah satu Pegadang Ikan di pasar Higenis Ternate saat di wawancarai Beritasatu.com, Senin (01/02/2021).
Sementara itu ratusan nelayan di Kota Ternate tak bisa melaut akibat angin kencang dan tingginya gelombang yang terus mengancam wilayah Maluku Utara, para nelayanpun merugi karena karena mempengaruhi pendapatan mereka, mereka hanya bisa menunggu cuaca ektrim berakhir agar mereka kembali melaut.
“ Saya biasanya mancing ikan tuna tapi skarang belum bisa karena kondisi cuaca dilaut sangat buruk jadi belum bisa melaut, saat ini saya dan teman-teman nelayan hanya bisa siap-siapa saja dipangkalan parkir perahu sambil menunggu cuaca membaik,” ujar Asto Mailagi, salah satu nelayan Warga Ternate itu.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Ternate, Ruslan Biyan menjelaskan, saat ini stok ikan disemua penampungan yang ada disetiap pelabuhan mengalami kekosongan karena telah terdistribusi habis, bahkan hingga kini belum bisa terisi kembali akibat cuaca buruk yang masih menghantam wilayah Maluku Utara khususnya perairan Ternate.
Ruslan juga menyatakan, tingginya harga ikan di pasar di Kota Ternate ini sudah menjadi hal yang biasa pada saat musim cuaca ekstream, dimana pada saat seperti inilah permintaan pasar cukup sehingga haraga menjadi naik. Namun selaku pemerintah pihaknya akan terus memaksimalkan para nelayan untuk melakukan kegiatan jika kondisi laut sudah membaik.
“ Jadi perkiraan kami pada 3 bulan kemarin, Oktober, November, dan Desember 2020 kami telah menyediakan stok ikan dipenampungan, namun pada Januari 2021 ini kondisi laut masih buruk sehingga stok ikan habis,” ungkap Ruslan Biyan.
Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Kelas II Babullah Ternate, Vianca Adjie Dwi Putra, masih memprediksi angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah Maluku Utara masih terjadi hingga satu pekan kedepan. Pihak BMKG menghimbau warga agar tetap berhati-hati saat melaksanakan kegiatan sehari-hari.
“ Jadi kondisi cuaca di wilayah Maluku Utara, untuk satu pekan kemarin dan hingga satu pekan kedepan kondisinya masih sama, artinya potensi hujan, angin kencang dan gelombang tinggi masih terjadi. Bahkan dibeberapa wilayah seperti, di Lautu Utara Maluku Utara Samudra Pasifik Halmahera Utara, Laut Morotai, Halmahera Barat dan Ternate harus diwaspadai karena tinggi gelombang mencapai 2 meter,” jelasnya.(02/red)