Kolompok Tani di Kepulauan Sula Gelar Panen Raya

SANANA, JO – Meski ditengah pandemi covid-19 yang kian mewabah, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Berkah Hidup Desa Kaporo Kecamatan Mangoli Selatan, akhirnya tersenyum bangga, setelah bisa menuai apa yang mereka tanam dilahan seluas 10 Hektare. Gapoktan ini melakukan panen Padi dan siap menikmati hasil yang mereka tanam kurang dari 3 bukan.

Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Idris Ahmad Baguna, mengatakan.”Jenis benih Padi yang digunakan Gapoktan Berkah Hidup adalah Varietas M70D, ini usia Panennya sekitar dua bulan lebih sedikit”, ujar Kadistan saat dikonfirmasi media ini.

Dirinya menambahkan, Gapoktan Berkah Hidup Desa Kaporo adalah Kelompok Tani binaan Dinas Pertanian Kepulauan Sula, dengan Panen Padi Hari ini, Senin (30/11/20) semoga bisa menjadi pemicu bagi Petani atau Kelompok Tani yang lain bahwa dengan mencetak sawah dan menanam Padi bisa menjadi Solusi Pertanian dengan jangka waktu pendek atau menengah, disamping Pola Pertanian lainnya yang musim panennya itu Tahunan, ungkap Kadistan Idris.

”Dengan adanya Pertanian Padi Sawah di Desa Kaporo bisa menambah motivasi hidup kepada Masyarakat, sehingga menambah semangat mereka juga untuk jenis Usaha Tani Padi Sawah, jika berkelanjutan maka bisa menjadi mata usaha pokok bagi masyarakat Kaporo dan sekitarnya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka”, lajut Kadistan Idris Ahmad Baguna.

Sementara itu Ketua Gapoktan Berkah Hidup menuturkan jika Panen yang dilakukan bisa berlanjut sampai bulan Desember. ”Kita memanen secara berjenjang, bisa sampai bulan Desember, mengingat Panen Padi ini Kita lakukan diatas lahan seluas 10 Hektare”, ujar Ketua Gapoktan tadi.

Dijelaskan juga bahwa diperkirakan hasil panen mencapai 3-4 Ton gabah kering untuk setiap hektarnya. Panen padi di Desa Kaporo oleh petani setempat yang tergabung dalam Gapoktan Berkah Hidup, juga didampingi oleh Distan Kepsul.Selain pembinaan yang berujung pada peningkatan kesejahteraan petani lokal, kegiatan ini juga diharapkan memulihkan Ekonomi pasca situasi Pandemi Covid-19.

Jika saja Gapoktan Berkah Hidup bisa menularkan Virus Positifnya terhadap petani di Kepsul serta mencetak padi sawah, maka bukan tidak mungkin kebutuhan beras untuk masyarakat Sula bisa terpenuhi oleh petani lokal, dan Sula menjadi Swasembada Beras.(Ris)