TERNATE – Hadapi pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024, tentu menjadi harapan bersama semua pihak untuk menciptakan Pilkada aman dan damai.
Terkait hal itu, Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Midi Siswoko, tegaskan seluruh jajaran Kepolisian Polda Maluku Utara bersikap netral.
Ketegasan itu diungkapkan Kapolda saat menggelar temu sapa Jurnalis Liputan Kriminal Polda Maluku Utara, di ruangan kerjanya di Kantor Mapolda di Ternate, Selasa (16/7/2024).
Dihadapan para Jurnalis, Kapolda Maluku Utara menyampaikan bahwa, sesuai data dari Mabes Polri dan Bawaslu wilayah Maluku Utara berada pada zonah merah atau memiliki tingkat kerawanan Pilkada ke tiga setelah DKI Jakarta, dan Sulawesi Utara.
Kapolda mengaku meski hingga saat ini jajaran Polda Maluku Utara telah memberikan banyak pelayanan kepada masyarakat dalam rangka menciptakan kondisi aman, namun personil Kepolisian akan terus memberikan pelayanan dan pengamanan yang maksimal pada pesta demokrasi yang segera berlangsung di tahun 2024 ini.
“Banyak sudah kita kerjakan tetapi banya yang tidak terekspos, saya sampaikan kita konsentrasi ke Pilkada karena bulan depan sudah pendaftaran, itu sudah pasti simpatisan maupun tim suksesnya sudah mulai gerilya, baik gerilya di tubuh Polri atau gerilya di tubuh TNI, bahkan gerilya di tubuh media. Saya juga akan ketemu Danrem untuk membicarakan terus soal keamanan, sekarang baru bersama insan pers,” kata Kapolda Maluku Utara itu.
Kapolda yang didampingi Wakapolda Brigjen Pol Samudi, Dirnitelam Kombes Pol Yushfi Munif Nasution, serta Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Kombes Pol Bambang Suharyono, meyakini dengan membangun komunikasi dari berbagai pihak termasuk Jurnalis untuk bersama-sama memberikan peran positif menghadapi Pemilu aka akan menciptakan kesejukan ditemah-tengah masyarakat.

Apalagi kata Kapolda, peran media pada momentum Pemilu cukup besar dengan memberikan edukasi melalui pemberitaan – pemberitaan yang menyejukan, maka dapat dipastikan peta Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) wilayah Maluku Utara yang saat ini berada pada urutan ke tiga dari seluruh daerah di Indonesia akan turun.
“Saya berharap teman-teman media ikut memberikan pemberita-pemberitaan yang positif yang menyejukan, kalau bisa terkendali saya yakin
nomor tiga kerawanan menurut Mabes Polri mapun Bawaslu akan menurun itu saya yakin,” ucap Kapolda.
Dikesempatan itu juga, Kapolda berharap Jurnalis sebagai pilar demokrasi dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat agar dapat menentukan pilihan pada calon kepala daerah baik di tingkat Gubernur mapun Bupati dan Walikota, yang benar-benar menujukan program bersentuhan dengan masyarakat.
Hal itu tentu diharapkan pemerintah daerah kedepanya memajukan sektor ekonomi masyarakat baik dari sektor pertanian, peternakan, dan perikanan agar masyarakat dapat merubah ekonomi mereka lebih baik.
“Jadi kita sudah membuka jalan baik melalu perusahan-perusahan di wilayah Maluku Utara, terkai produk-produk pertanian, peternakan, dan perikanan itu dapat diterima oleh mereka,” ujar Kapolda.
“Yang jadi masalah sekaran sudah saya informasikan kepada beberapa pemerintan daerah tidak ada aksinya. Sebagai gambar perusahan IWIP itu untuk kebutuham sayur butuh tiga ton perhari ini cukup banya, itu baru dari sisi sayurnya, dan selama ini didatangkan dari Bitung dan Surabaya, Maluku Utara dapatnya apa,” tambanya.
Diakhir pertemuan dengan Jurnalis Liputan Kriminal, Kapolda berharap sinergitas Polda Maluku Utara bersama media ini akan diteruskan termasuk para Kapolres hingga ke tingkat Kapolsek.
Selain itu, Kapolda juga berharap jurnalis dapat mengawasi dan melaporkan kepada Dirinya jika ada anggota Kepolisian yang tidak netral.
“Kalau ada anggota yang tidak netral laporkan saja kepada saya agar Pilkda ini tereujud dengan damai dan sukses.(red/SMG)














