TERNATE – Proyek pembanguan talud penahan tebing bernilai miliaran rupih di Kelurahan Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan, Maluku Utara, ambruk dan nyaris memakan korban.
Diketahui, proyek dengan nomor kontrak: 600.640/SP/DPUPUPR-MU-CK/APBD/Fisik/2021. Pembangunan talud dikerjakan tanggal 12 Oktober dan berakhir Desember 2021, sepanjang 32 meter dan tinggi 10 meter.
Proyek talud tersebut diduga milik Oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku Utara, kini terberkalai begitu saja.
Isman salah satu warga RT 3 RW 2, Kelurahan Kalumata kepada media ini mengatakan, beruntung ambruknya bagunan proyek tersebut tidak mengena warga saat berakrifitas disekitar pantai itu.
Bahkan kata Isman, pembangunan proyek tersebut dinilai sala sasaran. Pasalnya proyek tanggul setingga 10 meter itu dibagun bukan untuk melindugi pemukiman warga melaikan sebagai pelindung sebah tempat usaha Cffe “D, Clife” yang berada diatas tebing tersebut.
” Baru saja ambruk belum lama ini, dan itu kejadian pada sore hari. Kita bersukur saat ambruk paspasan tidak ada orang yang lewat dibawa, padahal pesisir pantai ini sering dilewati banyak orang karena mereka sering mengambil pasir melewati pantai dibawa proyek ini. Kita lihat bagun dibawa caffe untuk lindugi caffe diatas mungkin pemilik proyek yang caffe,” ungkap Isman, Kamis (14/7/22).
Diketahui sebelumnya, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara, Syaiful Amin, menyampikan, pihaknya mendapat diinstruksikan dari Kepala Dinas PUPR Malut, Djafar Ismail, untuk turun langsung mengecek, sekaligus mengumpulkan data awal, guna mengetahui penyebab ambruknya talud tersebut.
“Jadi sesuai analisa dari kami saat ini masih kumpul data soal (mutu) beton. Terus soal curah hujan, menurut kami tiga bulan ini intensitas hujan agak tinggi. Sedangkan bangunan kita ini baru 10 meter dilaksanakan dan masih ada 6 meter tersisa (belum dibangun),” kata Syaiful, dilansir dari pilingnews.com edisi (12/7/22).
Berdasarkan pantauan media ini, abruknya talud itu terjadi disemua sisi yang telah dibagun, sehingga material, batua, bercampur semin itu menutupi garis pantai sering dilewati warga sekitar.(red/SMG)



















