JURNALONE.ID – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku Utara Sahril Taher mengharapkan, Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba dan Wakil Gubernur M. Al Yasin Alu(AGK-YA) mengakhiri jabatanya di tahun 2023 agar tidak meninggalkan hutang.
Hal ini disampaikan Sahril kepada media ini, Selasa (11/7/2023)di kediamannya, mengingat memang pada masa kepemimpinannya, AGK-YA terdapat pinjaman di Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang nilainya fantastis, untuk itu diharapkan pemerintah harus serius untuk melunasinya sebelum akhir masa jabatan gubernur tahun ini.
Wakil Ketua DPRD Malut itu menekankan Gubernur Abdul Gani Kasuba dan M. Al Yasi Ali (AGK-YA) agar tidak meninggalkan hutang daerah ke pemimpin berikutnya.
“Untuk ke depan ada beberapa program yang bisa dilaksanakan, untuk membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) melunasi hal tersebut terutama anggaran di RSUD Chasan Busorie dan Anggaran untuk tenaga honorer daerah (Honda)di Dikbud yang belum terselesaikan,” ucap Sahril.
Sahril melihat, untuk program pemulihan infrastruktur yang selama ini berjalan menjadi satu di antara prioritas kerja Pemprov, dan bisa dikatakan sudah capaian 60 persen lebih sudah terlaksana.
” Tersisa waktu beberapa bulan ini untuk menanggulangi utang itu kita harapkan tidak ada pekerjaan-pekerjaan besar, dan yang membutuhkan biaya besar lagi. Kemudian kekhawatirannya adalah dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sampai saat ini dinilai biasa saja. Karena PAD belum optimal digali masih banyak kekurangannya,” ujarnya.
Selain itu kata Politisi Gerindra Malut Sahril Taher, jika pemprov bener-bener bekerja dengan bagus, kedua tidak ada niat yang buruk, hutang yang sekian miliar itu bisa dilunasi.
“Artinya benar benar bekerja dgn cermat dan tidak lagi menciptkan utang baru pada tahun 2023 maka hutang tahun tahun sebelumnya bisa berkurang signifikan, sebagaimana yg kita harapkan,” harap Sahrul, politisi Gerindra Malut Itu.(red/SMG)














