HALUT – Guna menunjang sistim kerja pemerintahan berbasis elektronik, Dinas Kominfo Kabupaten hlHalmahera Utara, menggandeng tiga perusahan Provider Elektronik.
Kadiskominfosan Rymond N Batawi menyebutkan, fasilitas program tersebut menelan biaya hingga 800 juta rupiah per tahun dan biaya sementer 400 juta rupiah.
“Jika dulu kita hanya menggunakan jaringan Telkomsel dalam menunjang sistem berbasis elektronik, tetapi sekarang tiga providier kita kerja sama,” kata Kadis.
Ke tiga perusahan tersebut diantaranya Telkom yang tetap memback up di pemerintahan dan Indosat memback up di desa dengan jumlah desa yang menggunakan jaringan Indosat 35 desa, kemudian dari black spot 196 desa.
Saat ini, pemerintah daerah berkeinginan membangun jaringan khusus dengan nama internet pemda sistem desa wifi atau sebutan Si Deli.
Sebab jika masi dimiliki Telkom maka sulit mengotak-atik, lantaran Telkom mempunyai security sistem yang harus melewati akses jaringan tersebut.
“Selama ini yang kita butuhkan dari Telkom pengin mandiri sendiri sehingga jika mengotak-atik bisa kami laksanakan, karena kami mempunyai jaringan sendiri,” tutur dia saat diwawancarai sejumlah wartawan, di ruang kerjanya, Senin (31/07/2023).
Hal tersebut dengan memberikan contoh telah dilaksanakan bagi desa-desa yang maju di Indonesia dengan program smart city dalam membantu sistem pemerintahan elektronik. Dimana setiap desa memiliki tower dan memancarkan satu wifi masing-masing dalam desa tersebut.
Hebatnya lagi dengan jaringan wifi yang akan dibangun khusus pemerintah Kabupaten (pemkab) ini manfatnya dapat melaksanakan komunikasi telpon serta mengakses media sosial (Medsos) tanpa menggunakan GSM.
“Karena itu dengan anggaran yang ada 800 juta rupiah akan kita upayakan untuk menyelesaikan pembangunan jaringan yang sekarang dilaksanakan di 35 desa di wilayah Kabupaten Halmahera Utara,” terang Rymond.
Selain itu, ketiga perusahaan jaringan ADS bertujuan menambah kecepatan koneksi internet yang ada di pemda dan desa, sehingga tiga perusahaan itu akan digunakan sebagai provider yakni penyedia jasa internet membantu sistem pemerintahan elektronik dan smart City di Kabupaten Halmahera Utara.
“Kita negosiasi dengan provider-provider yang ada dan melaksanakan kerja sama dengan mereka, misalkan untuk kecepatan jaringan di kantor bupati yang dulu 800 mega kita bisa naikan dan tambahkan menjadi 110 mega dengan anggaran yang ada,” katanya.
Disamping itu, Rymond bilang ada tambahan lagi dari jaringan ADS yakni 80 mega dan Indosat 30 mega jadi total 110 mega. Jaringan yang awalnya 80 mega dapat mencapai 210 mega untuk keseluruhan pengguna jaringan.
Dengan kerja sama dilakukan maka perusahaan provider tersebut akan membangun infrastruktur di setiap desa dengan black spot online, bila semuanya sudah memenuhi kriteria dalam kerja sama kemudian melakukan pembayaran.
“Sehingga ketika kita melihat situasi dan kondisi yang ada maka kerja sama yang kita sudah bangun dalam mendukung pemerintahan berbasis elektronik sangat baik,” ungkapnya.
Sementara itu disinggung untuk bantuan dari Kementrian sendiri dirinya mengaku hanya bantuan Telkom bahkti dan memiliki keberadaan signal yang kurang maksimal.
Karena itu, sebagai corong pemerintah daerah (Pemdah) mencoba dengan strategi baru dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat khusus dalam mengakses internet agar dapat di nikmati oleh semua lapisan masyarakat baik yang ada di kota dan desa.
“Ini yang mau kita kembangkan, tapi yang namanya teknologi membutuhkan anggaran sehingga dengan dana itu dapat melaksanakan pembangunan infrastruktur jaringan internet,” tutur Kadis.(Jefry/SMG)



















