Ternate, Jurnalone.id – Institut Teknologi Bisnis (ITB), Yayasan Pendidikan Gema Yustika Rahma, kini hadir di kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Kampus yang terletak di Jalan Baru, Koloncucu Nomor 576, Kelurahan Toboleu, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate itu, kini menunggu semua proses verifikasi adiministrasi guna memiliki izin keabsahan.
Upaya pemenuhan itu terus diupayakan pihak Yayasan dengan menghadirkan Tim Visitasi LLDIKTI Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara di bawah pimpinan Dr. Jance E.Lekatompessy SE.M.Si.Ak.CA selaku Kepala, turun melakukan pengecekan sarana prasana dan syarat perlengkapan lainnya.
Kepala LLDIKTI Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara, kepada awak media mengatakan, kesiapan Yayasan sudah mencapai 80 persen. Namun aspek dokumen, ada dua tahap yaitu tahap pertama untuk memperoleh rekomendasi dan tahap kedua untuk memperoleh Surat Keputusan Kementerian.
“Untuk perolehan rekomendasi dari LLDIKTI Wilayah Xll itu butuh ada dokumen misalnya dokumen studi kelayakan, rekam jejak yayasan, analisis tingkat kejenuhan dan analisis tingkat keberlanjutan,” kata, Dr. Jance E.Lekatompessy SE.M.Si.Ak.CA, Kamis (01/09/22).
Ia mengatakan, jika dokumen tersebut, sudah lengkap dan tinggal saja menambah catatan dari tim maka tim akan segera mengeluarkan rekomendasi. Meski begitu, untuk mengeluarkan rekomendasi saat ini belum bisa dilakukan karena masih dilakukan penutupan dari kementerian.
Pembukaan khususnya hanya dilakukan di Wilayah XV Papua dan Papua Barat. Kemudian dari sisi dokumen untuk nanti memperoleh perolehan SK dari aspek kriteria kurikulum, dosen dan unit pengelola program studi sudah aman.
“80 persen sudah aman artinya sudah bagus hanya yang perlu dipoles adalah di kurikulum karena keunikannya ada program studi kekinian” ujarnya.
Untuk itu, agar memenuhi aspek kurikulum harus disesuaikan dengan lokal, sebab memperhatikan visi dari yayasan dan visi dari ITB tersebut perlu diperhatikan. Sementara pembahasan di kurikulum 1.1 keunikan baru muncul satu sementara dibutuhkan adalah 10 karena akan konekting dengan kriteria lainnya.
“Bagi saya rekomendasi sudah aman hanya saja kita lagi menunggu kalau pendirian di siagad itu sudah dibuka full, baru bisa kita sampaikan rekomendasi. Karena bila kita keluarkan sekarang juga percuma karena akan kadaluarsa, masa eksplayer itu 1 tahun kemudian,”jelasnya.
Sementara itu, Kasman Haji Ahmad selaku pendiri IPB Maluku Utara, ini adalah sebagai wujud menghadirkan perguruan tinggi berbasis Teknologi dan Bisnis, dan ini merupakan yang pertama di Provinsi Maluku Utara.
Dirinya meyakini, hadirnya ITB akan menjadi kebanggaan masyarakat Maluku Utara, sebab ITB menghadirkan program studi yang benar-benar menjadi kebutuhan bangsa. Dengan itu, ITB Maluku Utara juga dapat menjawab kebutuhan Sunber Daya Manusia (SDM) khususnya di Maluku Utara, dan umumnya untuk bangsa Indonesia.
Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Ternate itu mengatakan, Yayasan Pendidikan Gema Yustika Rahma, kini terus menyiapkan dan melengkapi apa yang telah menjadi arahan DIKTI sehingga akan segera terpenuhi agar secepatnya mengantongi izin oprasi.
“Sebagaimana disampaikan bahwa kami sudah bisa, dimana dokumen kami sudah mencapai 80 persen dan sisa 20 persen masih dalam perbaikan dan kami akan segera melakukan penyesuaian. Dan yang disampaikan kekurangan-kekurangan itu akan dipenuhi, ” kata Kasman juga tokoh pendidikan Maluku Utara itu.
Lebih lanjut Kasman mengatakan, berdasarkan karakteristik wilayah Maluku Utara. ITB dibasiskan pada agromaritim, karena fokusnya adalah agromaritim, masih ada yang akan dikembangkan lagi yaitu bagaimana resilensi dan suselibility masyarakat yang ada di pulau-pulau.
“Dan ini akan dimasukkan apakah dalam wujud mata kuliah atau dalam bentuk kajian yang akan dikembangkan. Selain itu juga bakal memasukkan satu mata kuliah yaitu Pendidikan Anti Korupsi dan itu akan dimasukkan dalam kurikulum dan dikembangkan di kampus. Ini menjadi anjuran dan kewajiban kita untuk bersih-bersih karakter di Indonesia dan khusus di Maluku Utara,” jelas Kasman.(red/SMG)



















