TERNATE – Kepala Kanwil DJPb Maluku Utara Adnan Wimbyarto mengungkapkan, perekonomian pada triwulan I tahun 2022 tumbuh sebesar 29,63% (y-o-y). Hal itu disampikan Adanan, pada acara diseminasi terkait KFR dan Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) di Aula Gamalama Kanwil DJPb Maluku Utara, Kamis (16/6/2022).
Dijelskan Adnan Wimbyarto, tumbu sebesar 29,63% di tahun 2022 ini, membuat kondisi tersebut lebih baik daripada triwulan I tahun 2021 yang hanya mengalami pertumbuhan sebesar 13,45% (y-o-y).
“ Sedangkan untuk inflasi pada Maret 2022 sebesar 1,25% (y-o-y), berada di bawah inflasi nasional sebesar 2,64% (y-o-y), yang kelompok transportasi sebagai penyumbang inflasi terbesar,” ungkap Adnan.
Sementara untuk Realisasi Pendapatan APBN pada triwulan I tahun 2022 sebesar Rp0,52 triliun dari pagu Rp2,16 triliun. Realisasi pendapatan itu didominasi oleh pendapatan perpajakan.
Untuk belanja APBN terealisasi sebesar Rp2,85 triliun dari pagu Rp14,78 triliun, yang didominasi oleh belanja TKDD sebesar Rp2,13 Triliun.
Adnan berharap, pemerintah daerah terus bersinergi agar mempertahankan kondisi ini, sehingga dengan pertumbuhan di triwulan satu tahun 2022 ini terus berkelanjutan.
“ Dengan demikian, APBN Maluku Utara, triwulan I tahun 2022 mengalami defisit sebesar Rp2,33 Triliun, turun 5,04% dibandingkan dengan triwulan I tahun 2021, “ ucapnya Adnan.
Kepala Kanwil DJPb Maluku Utara itu juga memaparkan perkembangan indikator kesejahteraan, terdiri dari tingkat kemiskinan per 2021 sebesar 6,38% pada tahun 2021. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Februari 2022 sebesar 4,98%.
Untuk tingkat ketimpangan sebesar 0,278 poin, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Maret 2022 sebesar 107,52, dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) sebesar 105,12 poin.
“ Realisasi Pendapatan APBN pada Triwulan I Tahun 2022 sebesar Rp0,52 Triliun dari pagu Rp2,16 Triliun, realisasi pendapatan didominasi oleh pendapatan perpajakan. Sementara itu untuk Belanja APBN terealisasi sebesar Rp2,85 Triliun dari pagu Rp14,78 Triliun, yang didominasi oleh belanja TKDD sebesar Rp2,13 Triliun. Dengan demikian, APBN Maluku Utara Triwulan I Tahun 2022 mengalami defisit sebesar Rp2,33 Triliun, turun 5,04% dibandingkan dengan Triwulan I Tahun 2021, “ ucapnya.(red/SMG)



















